DiksarWana XX glb II

Salam Pramuka!! Salam Rimba!
DASAR PEMIKIRAN

Laju kerusakan hutan ( yang disebabkan pembalakan liar, illegal loging, pembakaran hutan, pembukaan lahan, dll ) yang lebih cepat dibandingkan dengan penanaman dan rehabilitasi hutan, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan hidup. Tanah semakin tandus, udara dan air tercemar, cuaca semakin panas, air bersih pun semakin berkurang, banjir dan tanah longsor.

Melihat hal itu Satuan Karya Wanabakti dalam Organisasi Gerakan Pramuka yang merupakan Satuan Karya yang bergerak dalam bidang kehutanan merupakan wadah pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang potensial berperan penting dalam penyuluhan hutan dan kehutanan kepada kaum remaja, akan mengadakan kegiatan DIKSAR SAKA WANABAKTI XX gelombang II  TAHUN 2011.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan kaum muda sadar akan pentingnya hutan, manfaat hutan dan tahu cara rehabilitasi dan konservasinya, serta menjadi tonggak awal untuk menjaga hutan dan lingkungan hidup.

NAMA KEGIATAN

Pendidikan dasar Satuan Karya Wanabakti XX gelombang II Kwartir Cabang 1205 Kota Yogyakarta tahun 2011.

Disingkat:

“DIKSARWANA XX glb II 2011”

TEMA KEGIATAN

Pendidikan dasar Wanabakti sebagai wahana penanaman kompetensi dalam pelestarian hutan dan lingkungan.

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Memasyarakatkan Satuan Karya Wanabakti di Gugus Depan.
2. Terbukanya kesempatan bagi peserta didik pramuka di Gugus Depan untuk memanfaatkan keberadaan Satuan Karya Wanabakti bagi pengembangan dirinya.
3. Menciptakan kader penerus bangsa yang peduli terhadap lingkungan pada umumnya dan hutan pada khususnya

TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN

Pendaftaran

Pendaftaran dimulai Sejak Kegiatan Ini Di Publikasikan/ 10 Oktober 2011 sampai dengan tanggal 29 November 2011 di Sanggar Bakti Saka Wanabakti Kwartir Cabang 1205 Kota Yogyakarta Jalan Retno Dumilah No. 23 C Pilahan Kotagede Yogyakarta, Pendaftaran juga bisa via sms dengan format : DIKSARWANA XX_pangkalan_nama, misal :

DIKSARWANA XX_SMSR _Alex, Abie, (untuk yang lebih dari satu Orang) kirim ke 083867181105(kak Ma’ruf) 085743983038(kak Zanuar). Bisa juga Daftar Online sakawanabaktijogja.tk

Pelaksanaan

Kegiatan ini dilasanakan pada tanggal 1, 2, 3, dan 4 November 2011 di Aula Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi DIY, dan Untuk Persami Tanggal 12-13 November 2011 di TWA Gamping.

PESERTA

Peserta kegiatan ini adalah pramuka Penegak dan Pandega se-Kota Yogyakarta

Persyaratan

1. Pramuka Penegak/Pandega
2. Sehat Jasmani & Rohani
3. Menyerahkan Pas Foto Pramuka ukuran 3X4, 2 Lembar
4. Mengisi Formulir Diksarwana XX yang mengetahui Pembina Gudep dan Orangtua Wali
5. Membayar Uang Administrasi Rp. 20.000,-

Kegiatan Selama DIKSAR
4 X MATERI
Di Mulai tanggal xx November 2011
dan pemateri dari

Polhut Balai KSDA DIY
Ahli Dinas Kehutanan
Pimpinan Saka Wanabakti

PERSAMI
DI Laksanakan di Bumi Perkemahan dengan lingkungan Hutan.

ACER RILIS SMARTPHONE DI INDONESIA

Acer kini mulai melirik pasar smartphone di indonesia, dengan meluncurkan lini produk baru smartphone yang digelar di jakarta, pada tanggal 10 Agustus 2009. Beragam perangkat baru dari Acer Smart Handheld Busness Group ini menunjukkan langkah startegis Acer untuk menjadi pemimpin dalam pasar perangkat bergerak bagi 20 juta konsumer debih dari 100 negara di seluruh dunia. Smartphone yang ditawarkan untuk pasar indonesia menyasar pada segmen yang mengutamakan bisnis dan penggunaan teknologi terbaru, dirancang untuk dapat mengonvergensikan berbagai fungsi, baik untuk kepentingan pribadi dan profesional. Model terbaru acer disasar untuk berbagai kalangan.

ACER RILIS SMARTPHONE DI INDONESIA

Acer kini mulai melirik pasar smartphone di indonesia, dengan meluncurkan lini produk baru smartphone yang digelar di jakarta, pada tanggal 10 Agustus 2009. Beragam perangkat baru dari Acer Smart Handheld Busness Group ini menunjukkan langkah startegis Acer untuk menjadi pemimpin dalam pasar perangkat bergerak bagi 20 juta konsumer debih dari 100 negara di seluruh dunia. Smartphone yang ditawarkan untuk pasar indonesia menyasar pada segmen yang mengutamakan bisnis dan penggunaan teknologi terbaru, dirancang untuk dapat mengonvergensikan berbagai fungsi, baik untuk kepentingan pribadi dan profesional. Model terbaru acer disasar untuk berbagai kalangan.

Indonesia Live, Konser Peringati Sumpah Pemuda

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, penyelenggara musik Fame bakal menggelar konser bertajuk Indonesia Live yang digelar di Lapangan D Senayan, Jakarta, Sabtu (31/10). Musisi yang bakal tampil antara lain grup musik Gigi, BIP, Netral, dan Ridho Rhoma beserta grupnya Sonet 2 Band. Penyelenggara acara, Fame yang diwakili Yudhis Tjoe, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/10), mengatakan, konser Indonesia Live akan lebih mengedepankan musik Indonesia di depan penontonnya sendiri. Yudhis mengatakan Indonesia Live merupakan perwujudan apresiasi seni, baik industri maupun tradisi, sehingga bakal terjalin sebuah komunitas musik dan seni tanpa harus terpisahkan oleh sekat-sekat jenis musik. Oleh karena itu, akan menghadirkan tidak hanya musik pop, tetapi juga dangdut, dan atraksi tarian. Di luar grup di atas, sederet anak band yang konsisten memainkan musik di genre pilihannya juga akan unjuk gigi, seperti halnya Saint Loco, Gangsta Rasta, The Upstairs, dan Tony Q. Konser Indonesia Live diharapkan bisa mewadahi keinginan untuk mempersatukan musik, pecinta musik, juga seni tradisi dalam sebuah venue ajang penuh perdamaian. Indonesia Live dibuat dengan kesan kekeluargaan, menyenangkan, bersih dan aman. (kpl/dar) sumber: yahoo.com

DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Desain Komunikasi Visual Bagi sebagian dari Anda, istilah desain mungkin bukan suatu istilah baru, tapi tahukah Anda akan makna desain lebih jauh lagi? Tulisan saya berikut ini mudah-mudahan bisa menjadi referensi bagi Anda yang saat ini menekuni desain. Atau siapapun yang ingin tahu lebih jauh lagi tentang desain.

A. Pengertian Desain

1. Asal Kata Agus Sachari (2005:3) menyatakan bahwa pada awalnya desain merupakan kata baru berupa peng-Indonesiaan dari kata design (bahasa Inggris), istilah ini melengkapi kata “rancang/rancangan/merancang” yang dinilai kurang mengekspresikan keilmuan, keluasan dan kewibawaan profesi. Sejalan dengan itu, kalangan insinyur menggunakan istilah rancang bangun, sebagai pengganti istilah desain. Namun di kalangan keilmuan seni rupa istilah “desain” tetap secara konsisten dan formal dipergunakan. Dr. Agus Sachari (2005:3) menyebutkan bahwa Akar-akar istilah desain pada hakikatnya telah ada sejak zaman purba dengan pengertian yang amat beragam. Istilah “Arch, “Techne”, “Kunst”, “Kagunan”, “Kabinangkitan”, “Anggitan”, dan sebagainya merupakan bukti-bukti bahwa terdapat istilah-istilah yang berkaitan dengan kegiatan desain, hanya penggunaannya belum menyeluruh dan dinilai belum bermuatan aspek-aspek modernitas seperti yang dikenal sekarang. Di awal perkembangannya, istilah “desain” desain tersebut masih berbaur dengan “seni” dan “kriya”. Namun ketika seni modern mulai memantapkan diri dalam wacana ekspresi murni, justru “desain” memantapkan diri pada aspek fungsi dan industri. Di Indonesia, hingga tahun 1970, masih terdapat “kebauran” antara istilah “desain”, “seni terapan” dan “kerajinan. Secara etimologis kata “desain“ diduga berasal dari kata designo (bahasa Italia) yang artinya gambar (Jervis, 1984). Kata ini diberi makna baru dalam bahasa Inggris di abad ke-17, yang dipergunakan untuk membentuk School of Design tahun 1836. Makna baru tersebut dalam praktik kerap semakna dengan kata craft (keterampilan adiluhung), kemudian atas jasa Ruskin dan Morris, dua tokoh gerakan antiindustri di Inggris pada abad ke-19, kata “desain” diberi bobot sebagai seni berketerampilan tinggi (art and craft)

2. Beberapa Pengertian dan Perkembangannya Sebagaimana dijelaskan dalam Metodologi Penelitian Budaya Rupa (Sachari, 2005:5), pengertian desain dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan konteksnya. Pada awal abad ke-20, “desain” mengandung pengertian sebagai suatu kreasi seniman untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan cara tertentu pula (Walter Gropius, 1919). Dekade ini merupakan satu tahap transformasi dari pengertian-pengertian desain sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur dekoratif dari kekriyaan dari fungsi. Pengertian-pengertian desain yang bersifat rasional mengalami puncaknya pada tahun 60-an, sebagaimana terungkap pada berbagai pengertian yang diutarakan sebagai berikut: • Desain merupakan pemecahan masalah dengan satu target yang jelas (Acher, 1965), • Desain merupakan temuan unsur fisik yang paling objektif (Alexander, 1963) atau • Desain adalah tindakan dan inisiatif untuk mengubah karya manusia (Jones, 1970) Sejalan dengan itu, gaya estetik Modernisme yang kering mengalami kritik-kritik yang keras dari para seniman lainnya, yang kemudian melahirkan kelompok Dada, Art Deco, de Stijl, Pop, dan sebagainya. Substansi dan pengertian desain juga mengalami perkembangan. Salah satu tokoh yang mengevaluasi pengertian desain adalah Bruce Archer yang mengemukakan bahwa: Desain adalah salah satu bentuk kebutuhan badani dan rohani manusia yang dijabarkan melalui berbagai bidang pengalaman, keahlian, dan pengetahuannya yang mencerminkan perhatian pada apresiasi dan adaptasi terhadap sekelilingnya, terutama yang berhubungan dengan bentuk, komposisi, arti, nilai, dan berbagai tujuan benda buatan manusia (Archer, 1976) Inspirasi kebudayaan global dan era perekonomian terbuka pada tahun 90-an membuat dunia dilanda “demam” kompetisi di semua sektor, termasuk desain. Pengertian desain pun mengalami pergeseran. Salah satu pengertian desain yang mengalami pergeseran-pergeseran dan fokus pada demam kompetisi tersebut adalah: Desain adalah sebuah kegiatan kreatif yang mencerminkan keanekaan bentuk kualitas dan sistem, bagaikan sebuah lingkaran yang saling berhubungan. Selain itu, desain merupakan faktor yang yang membangun kegiatan inovasi pemanusiaan teknologi, dinamika budaya, dan perubahan ekonomi (ICSID, 1999) Buku pedoman pendidikan seni rupa dan desain ITB menyebutkan bahwa “desain” adalah pemecahan masalah dalam konteks teknologi dan estetik. Hal itu diperkuat oleh kongres Ikatan Ahli Desain Indonesia (IADI) yang tertuang dalam anggaran dasarnya, bahwa “desain” adalah pemecahan masalah dalam yang menyuarakan budaya zamannya. Dari sejumlah definisi dan yang dipaparkan di atas, penulis sependapat dengan Agus Sachari (2005:7) bahwa desain pada hakikatnya merupakan upaya manusia memberdayakan diri melalui benda ciptaannya untuk menjalani kehidupan yang lebih aman dan sejahtera.

3. Prinsip Dasar Desain Prinsip dasar desain merupakan pengorganisasian unsur-unsur dasar desain dengan memperhatikan prinsip-prinsip dalam menciptakan dan mengaplikasikan kreativitas. Frank Jefkins (1997:245) mengelompokkan prinsip-prinsip desain menjadi: kesatuan, keberagaman, keseimbangan, ritme, keserasian, proporsi, skala, dan penekanan.

a. Kesatuan (unity) Kesatuan merupakan sebuah upaya untuk menggabungkan unsur-unsru desain menjadi suatu bentuk yang proporsional dan menyatu satu sama lain ke dalam sebuah media. Kesatuan desain merupakan hal yang penting dalam sebuah desain, tanpa ada kesatuan unsur-unsur desain akan terpecah berdiri sendiri-sendiri tidak memiliki keseimbangan dan keharmonisan yang utuh.

b. Keberagaman (variety) Keberagaman dalam desain bertujuan untuk menghindari suatu desain yang monoton. Untuk itu diperlukan sebuah perubahan dan pengkontrasan yang sesuai. Adanya perbedaan besar kecil, tebal tipis pada huruf, pemanfaatan pada gambar, perbedaan warna yang serasi, dan keragaman unsur-unsur lain yang serasi akan menimbulkan variasi yang harmonis.

c. Keseimbangan (balance) Keseimbangan adaslah bagaimana cara mengatur unsur-unsur yang ada menjadi sebuah komposisi yang tidak berat sebelah. Keseimbangan dapat tercapai dari dua bagian, yaitu secara simetris yang terkesan resmi/formal yang tercipta dari sebuah paduan bentuk dan ukuran tata letak yang sama, sedangkan keseimbangan asimetris memberi kesan informal, tapi dapat terlihat lebih dinamis yang terbentuk dari paduan garis, bentuk, ukuran, maupun tata letak yang tidak sama namun tetap seimbang.

d. Ritme/irama (rhythm) Aliran secara keseluruhan terhadap desain selalu menyiratkan irama yang nyaman. Suatu gerak yang dijadikan sebagai dasar suatu irama dan ciri khasnya terletak pada pengulangan-pengulangan yang dilakukan secara teratur yang diberi tekanan atau aksen. Ritme membuat adanya kesan gerak yang menyiratkan mata pada tampilan yang nyaman dan berirama.

e. Keserasian (harmony) Suptandar (1995:19) mengartikan keserasian sebagai usaha dari berbagai macam bentuk, bangun, warna, tekstur, dan elemen lain yang disusun secara seimbang dalam suatu komposisi utuh agar nikmat untuk dipandang. Keserasian adalah keteraturan di antara bagian-bagian suatu karya.

f. Proporsi (proportion) Proporsi merupakan perbandingan antara suatu bilangan dari suatu obyek atau komposisi (Kusmiati, 1999:19). Bisa dikatakan bahwa proporsi merupakan kesesuaian ukuran dan bentuk hingga tercipta keselarasan dalam sebuah bidang. Terdapat tiga hal yang berkaitan dengan masalah proporsi, yaitu penempatan susunan yang menarik, penentuan ukuran dan bentuk yang tepat, dan penentuan ukuran sehingga dapat diukur atau disusun sebaik mungkin.

g. Skala (scale) Skala adalah ukuran relatif dari suatu obyek, jika dibandingkan terhadap obyek atau elemen lain yang telah diketahui ukurannya (Kusmiati, 1999:14). Skala berhubungan dengan jarak pandang atau penglihatan dengan unsur-unsur yang telah dimunculkan (faktor keterbacaan). Skala juga sangat berguna bagi terciptanya kesesuaian bentuk atau obyek dalam suatu desain.

h. Penekanan (emphasis) Frank Jeffkin (1997:246) menyebutkan bahwa: “Dalam penekanan, all emphasis is no emphasis, bila semua ditonjolkan, maka yang terjadi adalah tidak ada hal yang ditonjolkan. Adanya penekanan dalam desain merupakan hal yang penting untuk menghindari kesan monoton. Penekanan dapat dilakukan pada jenis huruf, ruang kosong, warna, maupun yang lainnya akan menjadikan desain menjadi menarik bila dilakukan dalam proporsi yang cukup dan tidak berlebihan.

B. Pengertian dan Lingkup Desain Komunikasi Visual Di Indonesia kegiatan desain dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, yang terdiri dari:

a. Desain Produk Industri (Industrial Design)

b. Desain Komunikasi Visual (Visual Communication Design)

c. Desain Interior (Interior Design) Dalam tulisan ini hanya akan dibahas tentang Desain Komunikasi Visual, yaitu:

Profesi yang mengkaji dan mempelajari desain dengan berbagai pendekatan dan pertimbangan, baik yang menyangkut komunikasi, media, citra, tanda maupun nilai. Dari aspek keilmuan, desain komunikasi visual juga mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi dan pesan, teknologi percetakan, penggunaan teknologi multimedia, dan teknik persuasi pada masyarakat. (Sachari, 2005:9) Cenadi (1999:4) menjelaskan pengertian Desain komunikasi visual sebagai desain yang mengkomunikasikan informasi dan pesan yang ditampilkan secara visual. Desainer komunikasi visual berusaha untuk mempengaruhi sekelompok pengamat. Mereka berusaha agar kebanyakan orang dalam target group (sasaran) tersebut memberikan respon positif kepada pesan visual tersebut. Oleh karena itu desain komunikasi visual harus komunikatif, dapat dikenal, dibaca dan dimengerti oleh target group tersebut. Ruang lingkup desain komunikasi visual, meliputi: • Desain Grafis Periklanan (Advertising) • Animasi • Desain Identitas Usaha (Corporate Identity) • Desain Marka Lingkungan (Environment Graphics) • Desain Multimedia • Desain Grafis Industri (promosi) • Desain Grafis Media (buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain) • Cergam (komik), Karikatur, Poster • Fotografi, Tipografi, dan Ilustrasi

C. Fungsi Desain Komunikasi Visual Dalam perkembangannya selama beberapa abad, desain komunikasi visual menurut Cenadi (1999:4) mempunyai tiga fungsi dasar, yaitu sebagai sarana identifikasi, sebagai sarana informasi dan instruksi, dan yang terakhir sebagai sarana presentasi dan promosi.

a. Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Identifikasi Fungsi dasar yang utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, atau dari mana asalnya. Demikian juga dengan suatu benda, produk ataupun lembaga, jika mempunyai identitas akan dapat mencerminkan kualitas produk atau jasa itu dan mudah dikenali, baik oleh baik oleh produsennya maupun konsumennya. Kita akan lebih mudah membeli minyak goreng dengan menyebutkan merek X ukuran Y liter daripada hanya mengatakan membeli minyak goreng saja. Atau kita akan membeli minyak goreng merek X karena logonya berkesan bening, bersih, dan “sehat”. Jika desain komunikasi visual digunakan untuk identifikasi lembaga seperti sekolah, misalnya. Maka orang akan lebih mudah menentukan sekolah A atau B sebagai favorit, karena sering berprestasi dalam kancah nasional atau meraih peringkat tertinggi di daerah itu.

b. Desain Visual Sebagai Sarana Informasi dan Instruksi Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk, arah, posisi dan skala, contohnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah. Informasi akan berguna apabila dikomunikasikan kepada orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat, dalam bentuk yang dapat dimengerti, dan dipresentasikan secara logis dan konsisten. Simbol-simbol yang kita jumpai sehari-hari seperti tanda dan rambu lalu lintas, simbol-simbol di tempat-tempat umum seperti telepon umum, toilet, restoran dan lain-lain harus bersifat informatif dan komunikatif, dapat dibaca dan dimengerti oleh orang dari berbagai latar belakang dan kalangan. Inilah sekali lagi salah satu alasan mengapa desain komunikasi visual harus bersifat universal.

c. Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Presentasi dan Promosi Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat; contohnya poster. Penggunaan gambar dan kata-kata yang diperlukan sangat sedikit, mempunyai satu makna dan mengesankan. Umumnya, untuk mencapai tujuan ini, maka gambar dan kata-kata yang digunakan bersifat persuasif dan menarik, karena tujuan akhirnya adalah menjual suatu produk atau jasa.

D. Dasar Perancangan Desain Komunikasi Visual Pujiyanto (1998) dalam makalahnya berjudul Kreativitas dalam Merancang Desain Komunikasi Visual mengemukaan bahwa dalam penciptaan karya desain komunikasi visual terdapat berbagai masalah yang kompleks antara desainer dan klien, yang satu sama lain saling berhubungan dan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk menghasilkan desain yang menarik, efektif, dan fungsional. Untuk itu diperlukan beberapa pedoman mendasar, yaitu:

a. Pangsa Pasar Pangsa pasar merupakan kelompok yang dituju dalam menginformasikan sebuah pesan. Hal terpenting dalam hal ini adalah mengetahui latar belakang khalayak tersebut, baik dari segi usia, jenis kelamin, tingkat sosial, pendidikan, dan lainnya guna mendukung penetapan sebuah bentuk desain yang sesuai dan tepat bagi khalayak yang dituju sehingga dapat dimengerti dan dipahami.

b. Konsep Desain Konsep desain disebut sebagai inti pesan yang berfungsi sebagai tema utama dalam sebuah desain. Konsep desain merupakan jabaran lengkap mengenai isi desain beserta gambarannya dan alasan-alasan yang kuat dalam pemilihan sebuah bentuk desain.

c. Pesan Desain Pesan desain merupakan kesimpulan akhir dari pengolahan data pangsa pasar dan konsep desain. Kesimpulan ini mencerminkan tema utama yang menyeluruh dan mewakili desain yang disampaikan agar dapat diterima atau merupakan titik pandang utama sebuah desain bagi khalayak yang dituju.

d. Media Desain Media desain merupakan alat atau sarana yang dapat dipakai untuk memuat pesan sebagai bentuk akhir perancangan yang meliputi berbagai media untuk menyampaikan suatu desain agar dapat didengar atau dilihat oleh khalayak yang kemudian direspon. Dalam menentukan pemilihan media desain dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukungnya yang berkaitan dengan sasaran yang ingin dituju, waktu, lokasi penempatan, dan efektivitas serta efisiensinya, karena masing-masing media memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangan.

E. Elemen-elemen Desain Komunikasi Visual Christine Suharto Cenadi (1999:5) menyebutkan bahwa elemen-elemen desain komunikasi visual diantaranya adalah tipografi, ilustrasi, dan simbolisme. Elemen-elemen ini dapat berkembangan seiring dengan perkembangan teknologi dan penggunaan media.

a. Tata Letak Perwajahan (Layout) Pengertian layout menurut Graphic Art Encyclopedia (1992:296) “Layout is arrangement of a book, magazine, or other publication so that and illustration follow a desired format”. Layout adalah merupakan pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah, atau bentuk publikasi lainnya, sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa: “Layout includes directions for marginal data, pagination, marginal allowances, center headings and side head, placement of illustration.” Layout juga meliputi semua bentuk penempatan dan pengaturan untuk catatan tepi, pemberian gambar, penempatan garis tepi, penempatan ukuran dan bentuk ilustrasi. Menurut Smith (1985) dalam Sutopo (2002:174) mengatakan bahwa proses mengatur hal atau pembuatan layout adalah merangkaikan unsur tertentu menjadi susunan yang baik, sehingga mencapai tujuan.

b. Tipografi Menurut Frank Jefkins (1997:248) tipografi merupakan: “Seni memilih huruf, dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia, menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda. Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan, dan desain huruf tertentu dapat menciptakan gaya (style) dan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan.” Wirya (1999:32) mengatakan bahwa beberapat tipe huruf mengesankan nuansa-nuansa tertentu, seperti kesan berat, ringan, kuat, lembut, jelita, dan sifat-sifat atau nuansa yang lain.

c. Ilustrasi Ilustrasi dalam karya desain komunikasi visual dibagi menjadi dua, yaitu ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar dan ilustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi. Menurut Wirya (1999:32) ilustrasi dapat mengungkapkan sesuatu secara lebih cepat dan lebih efektif daripada tekas. Fungsi ilustrasi menurut Pudjiastuti (1997:70) adalah: “Ilustrasi digunakan untuk membantu mengkomunikasikan pesan dengan tepat dan cepat serta mempertegas sebagai terjemahan dari sebuah judul, sehingga bisa membentuk suatu suasana penuh emosi, dari gagasan seakan-akan nyata. Ilustrasi sebagai gambaran pesan yang tak terbaca dan bisa mengurai cerita berupa gambar dan tulisan dalam bentuk grafis informasi yang memikat. Dengan ilustrasi, maka pesan menjadi lebih berkesan, karena pembaca akan lebih mudah mengingat gambar daripada kata-kata.

d. Simbolisme Simbolisme sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau bahasa. Bentuk yang lebihh kompleks dari simbol adalah logo. Logo merupakan identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan citra, tujuan, jenis, serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya. Farbey (1997:91) mengatakan bahwa banyak iklan memiliki elemen-elemen grafis yang tidak hanya terdapat ilustrasi, tetapi juga terdapat muatan grafis yang penting seperti logo perusahaan atau logo merek, simbol perusahaan, atau ilustrasi produk.

e. Warna Warna merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan lainnya akan dapat memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik, karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda. Danger (1992:51) menyatakan bahwa warna adalah salah satu dari dua unsur yang menghasilkan daya tarik visual, dan kenyataannya warna lebih berdaya tarik pada emosi daripada akal.

f. Animasi Penggunaan unsur-unsur gerak atau disebut animasi khususnya dalam multimedia akan menimbulkan kesan tersendiri bagi yang melihatnya. Istanto (2001:61) mengatakan bahwa konsep dari animasi menggambarkan gerak sehingga dapat mendukung tampilan secara lebih dinamis. Berdasarkan teknis pembuatannya, animasi dibagi menjadi dua, yaitu: • Animasi dua dimensi (2D), adalah animasi yang berkesan datar (flat), baik itu karakter maupun warnanya. • Animasi tiga dimensi (3D), adalah karakter yang dibuat dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan adanya kesan mendalam atau berdimensi ruang. Penggunaan animasi dalam sebuah desain multimedia dapat menjadikan tampilan menjadi lebih menarik dan dinamis. Pemilihan jenis animasi yang digunakan bergantung pada kebutuhannya sehingga desaian yang dihasilkan dapat lebih efektif dan efisien.

g. Suara Suara merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana interaksi. Dalam multimedia interaktif, suara dibedakan menjadi dua, yaitu suara utama dan suara pendukung. Suara utama adalah suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung, sedang suara pendukung merupakan suara yang terdapat pada tombol-tombol navigasi.

Referensi • Sachari, Agus. 2005. Metodologi Penelitian Budaya Rupa. Jakarta: Erlangga. • Jefkins, Frank. 1997. Periklanan. Jakarta: Erlangga • Wirya, I. 1999. Kemasan yang Menjual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama • Farbey, A.D. 1997. How to Produce Succesfull Advertising (Kiat Sukses Membuat Iklan). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama • Cenadi, Christine Suharto. 1999. Elemen-elemen dalam Desain Komunikasi Visual. Nirmana Vol. 1, No. 1, Januari 1999: 1-11. • Pujiyanto, 2005. Strategi Pemasaran dalam Iklan. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. • Kusmiati, A, S. Pudjiastuti & P. Suptandar. 1999. Teori Dasar Desain Komunikasi Visual. Jakarta: Djambatan

Sumber: http://deskomers01.com/

Sasaran pengguna internet lemot, facebook rilis versi lite

Kesal dengan koneksi internet anda yang lelet bak siput setiap kali mengakses facebook? Tak perlu frustasi lagi, karena telah dilansir Facebook Lite versi sederhana dari si layanan jaringan sosial yang ditunjukan bagi negara negara yang koneksi boardband nya ngos-ngosan. Telah dirilis di india dan AS, Versi lite ini hanya akan mengadopsi fitur fitur dasar paling sering digunakan di facebook memungkinkan pengguna berkoneksi dan sharing tanpa terganggu oleh fasilitas yang tidak pernah mereka gunakan. Selain menyasar pemakai lama, Facebook lite juga diharapkan dapat menarik pengguna baru yang masih awam dengan jaringan sosial atau bahkan komputer pada umumnya. Desain barunya akan bersih dari fitur fitur yang boros daya dan jarang dipakai orang, menyisakan hanya fungsi dasar. Halaman news-feed-nya menampilkan toolbar atas yang lebih simple, item dari teman teman anda dan publisher sederhana yang terjadi dari tiga tombol saja. Halaman profilnya juga menganut hal yang sama. Salah satu fitur yang harus dibuang adalah app support, jadi anda tidak akan bisa menggunakan aplikasi sama sekali dihalaman Facebook Lite. Meski begitu sejumlah aplikasi internal telah di intregasikan kedalam desainnya, Seperti events, yang kini nongol di tool bar atas, serta photo dan video app yang tersedia di halaman profil. Penasaran dengan tampilan facebook anyar ini? Tengok aja sendiri di http://lite.facebook.com